Pamg cang sukses

DOKUMEN-DOKUMEN PENGAPALAN

DOKUMEN-DOKUMEN PENGAPALAN

 

Dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam proses pengapalan barang, khususnya pengapalan ekspor dari satu negara ke negara lain dinamakan dokumen pengapalan atau shipping documents, yang mempunyai fungsi :

  • Melindungi muatan mulai sejak dipersiapkan untuk dimuat ke dalam kapal di pelabuhan pemuatanya sampai muatan itu diserahkan kepada pemiliknya atau mereka yang berhak atas penerimaan barang di pelabuhan tujuan.
  • Menyatakan hak milik atas barang yang diangkut oleh kapal serta hak-hak lain yang timbul sebagai akibat dari pengangkutan itu.

Dari keterangan diatas jelaslah bahwa dokumen pengapalan merupakan dokumen yang mempunyai nilai perdagangan, yaitu surat-surat yang dapat diperdagangkan yang terdiri dari :

  1. Faktur dagang (Comercial Invoice) dan Packing List.
  2. Konosemen (Bill of Lading).
  3. Polis asuransi Laut (Marine Insurance Policy}

Dalam hal dokumen pengapalan B/L yang merupakan dokumen yang terpenting bila dibandingkan dengan kedua lainya, karena B/L mencakup dua kepentingan, yaitu kepentingan perniagaan dan kepentingan pengangkutan barang yang disebut didalam B/L yang bersangkutan.

Menurut pasal 506 KUHD-RI konosemen adalah suatu surat yang diberi tanggal dan ditandatangani, yang menerangkan bahwa pengangkut sudah menerima barang dengan maksud untuk diangkut ke tempat tujuan yang ditunjuk, juga dengan perjanjian bagaimana penyerahan akan dilakukan.

Selanjutnya ayat (2) dan (3) dari pasal tersebut mengatakan bahwa konosemen tidak perlu hanya menyebutkan nama tertentu kepada siapa barang harus diserahkan, melainkan juga dapat disebutkan order, yang berarti bahwa pemegang konosemen dapat mengalihkan hak untuk mengambil barang.

FUNGSI BILL OF LADING ( KONOSEMEN)

Bill of Lading atau Konosemen merupakan dokumen muatan yang disediakan oleh pengangkut yang dibuat dan diselesaikan di pelabuhan muat. B/L untuk pengangkutan melalui laut disebut Marine B/L atau Ocean B/L dan mempunyai fungsi :

1.   Surat Perjanjian Pengangkutan (Contract of afreightment)

Yaitu kontrak antara shipper (eksportir) dengan carrier (pengusaha kapal) untuk mengangkut barang dan diserahkan kepada Consignee (importir) dipelabuhan tujuan dalam keadaan seperti pada waktu diterima dari eksportir.

2.    Tanda Bukti Penerimaan Barang (a receipt for the goods)

Yaitu sebagai tanda menerima barang dari shipper (eksportir) untuk diangkut dan diserahkan kepada consignee dipelabuhan tujuan.

3.    Tanda Bukti Hak Milik (a Document of title).

Yaitu sebagai tanda bukti hak milik atas barang-barang yang tercantum didalamnya.

4.     Kwitansi Pembayaran Uang Tambang (freight)

Didalam B/L dicantumkan pula besarnya freight yang harus dibayar oleh para shipper. Disamping itu dapat pula dicantumkan perjanjian pembayaran dilakukan di pelabuhan tujuan.

MACAM-MACAM BILL OF LADING

1.       Original Bill of Lading.

Adalah lembaran asli dari B/L yang merupakan hak milik atas barang-barang yang telah dikapalkan. Biasanya banyaknya lembar B/L asli dicantumkan didalam B/L.

2.       Negotiable Bill of Lading.

Adalah B/L yang dapat diperdagangkan dengan cara endorsemen, yaitu memindah tangankan hak atas barang-barang yang tercantum dalam B/L tersebut.

3.       Straight Bill of Lading.

Adalah B/L atas nama yang tercantum didalamnya sebagai penerima barang (consignee). B/L ini tidak dapat diperdagangkan atau diendosir kepada orang lain.

4.       Order Bill of Lading.

Adalah B/L atas perintah (order) yang menyatakan bahwa barang-barang yang telah dikapalkan akan diterima dipelabuhan tujuan atas perintah dari seseorang (shipper) yang namanya tercantum didalam B/L tersebvut.

Penerima barang (consignee) dipelabuhan tujuan dapat mengendosir B/L tersebut kepada orang lain, yaitu memindah tangankan hak atas barang-barang yang tercantum didalam B/L tersebut dengan cara mengendosir.

5.       Trough Bill of Lading.

Adalah B/L yang dipergunakan untuk pengangkutan barang-barang yang diangkut oleh pengangkut pertama (first carrier) dari pelabuhan pertama (first port) yang kemudian diteruskan pengangkutanya (transipped) oleh kapal lain (second carrier) dipelabuhan kedua langsung kepelabuhan tujuan.

6.       Clean Bill of Lading.

Adalah B/L bersih, yaitu B/L atas barang-barang yang telah dimuat keatas kapal dalam keadaan baik sesuai yang tercantum di dalam B/L tersebut. Ini berarti tidak terdapat catatan atau remarks pada resi Mualim (Mate’s Receipt).

7.       Foul Bill of Lading.

Adalah B/L kotor, yaitu B/L atas barang-barang yang dimuat keatas kapal tidak sesuai dengan yang tercantum didalam B/L tersebut. Dengan demikian didalam B/L itu terdapat catatan-catatan mengenai perbedaanya, yaitu mengenai kerusakan, colli, merek tidak cocok, kekurangan dll.

2 responses

  1. Ping-balik: Menu mengenai Perusaan Pelayaran dan isinya « I Gede Pasek Suarjana

  2. tusfah

    mantep de . . . .

    Agustus 13, 2012 pukul 8:32 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.